Wednesday, April 12, 2017

Cinta Dalam Legenda

Di penghujung sore. Diatas gedung berlantai dua, dihembuskannya sebatang rokok, sambil melihat kemilauan emas mentari yang tampak hilang secara perlahan dalam dentingan waktu.

Dalam pandangannya menatap langit, dilihat kebebasan langit yang membentang di seluruh penghujung bumi dan diselimuti oleh awan yang kian pergi ke sana kemari. Awan tersebut seolah seperti makhluk yang paling bahagia di muka bumi, tak di kekang oleh norma dan dogma. Kemanapun dia pergi bebas semaunya.

Sembari menatap langit, si pria muda tersebut pun memikirkan tentang dirinya. Tentang kehidupannya yang di penjara semu oleh semua kata yang lalu ditafsirkan melalui berbagai makna. Kata tersebut pun mampu mengendalikan takdir.

Takdir-takdir yang akan mengikat ceritanya dalam kisah kememasan di dalam benang merah. Pria tersebut meyakini akan benang merah yang terikat pada dirinya. Benang tersebut di ikat oleh suatu rasa dan cinta yang mendalam. Cinta yang mampu mengoyak oyak tembok takdir sekalipun.

Berawal  nun jauh di pelosok sana. Di batasi oleh dua pulau di negri seribu pulau. Pemuda tersebut dengan kesehariannya menyelami dunia maya, tak sengaja menemukan sosok gadis cantik akan hatinya. Walaupun tak tau siapa dara dipandanginya, dia meyakni dalam dirinya bahwa dara tersebut manusia yang sangat luar biasa.

Awalnya pria tersebut berdentak kagum akan dara yang bak bagai bidadari surga tersebut.

Dia heran dan bertanya dalam hidupnya."kenapa ada sosok dara seperti ini?". Dan pria tersebut menjawab dalam pikirannya "Mungkin ini yang disebut  dengan  karunia Tuhan, menciptakan sosok yang sangat luar biasa. selalu berjuang dalam menolak penindasan. Inilah karunia yang terindah mu Tuhan".

Hari -hari si pria tersebut di isi dengan pemikiran - pemikiran perjuangan kaum tertindas. Selain memikirkan, dia juga ikut berjuang  dalam membela hak kaum tersebut. Di saat lelah dalam perjuangan, pria tersebut mencoba rehat dan memikirkan sosok dara tersebut.

Disaat itu pulalah pria tersebut mencapai keterangan kembali. Hari demi hari dia lalui, namun rasa kagum tak mau berhenti sebatas kagum. Rasa - rasa tersebut beranjak ke level suka. Walaupun awalnya hanya sekedar suka. Namun seiring berjalan waktu, merambah ke ranah cinta.
Kekacau dalam pikiran pria tersebutpun terjadi. Dalam pikirannya selalu bertanya "apakah aku harus selalu begini, mencintai tapi tak pernah menggapai. Bagaikan langit dan dataran yang jauh terpisah, saling melengkapi, namun tak bisa bersatu?", Tanya pria tersebut kedalam hatinya.

Waktupun terus berdetak, pikirannya selalu dibuahi oleh si dara nan cantik jelita tersebut. Dia tak mampu menahan pikiran tersebut. Di tengah kelelahannya, diselaminya dunia maya. Selam sambil menyelam, di dengarnya kabar suka pelipur duka.

Dalam kabar tersebut dijelaskan bahwa akan adanya suatu pelatihan, tak sekedar pelatihan, pelatihan tersebut sekaligus sebagai ajang kaderisasi lembaga tersebut. Namun dalam pikiran pria tersebut bukanlah sebuah pekerjaan maupun pelatihan yang mengentaskan duka.

Di tempat pelatihan tersebutlah si dara yang selalu menghantui pikirannya bekerja. Diputuskan hal besar dalam hidupnya. Menyeberangi pulau ke pulau lain. Konon pulau yang dikunjunginya adalah pusat dari negeri seribu pulau. Banyak orang berbondong-bondong ke pulau tersebut untuk mengadu takdir. Ada yang susah, hingga sampai disebut warga buangan oleh rezimnya. Ada pula yang senang hingga di puja - puja oleh kekuasaan.

Apapun bisa terjadi di pulau tersebut. Setiap orang selalu berjuang meraih mimpi-mimpi dengan cara tersendiri. Begitu juga si pria tersebut.

Dalam pikirannya pria tersebut bermimpi ingin bertemu dengan sosok dara tersebut.

Share:

0 comments:

Post a Comment